Depbudpar jadikan WPO duta promosi pariwisata

Posted on June 25, 2009 in Uncategorized



ResponsesLeave a Comment

JAKARTA (Bisnis.com): Departemen Kebudayaan dan Pariwisata menjadikan World Peace Orchestra (WPO) sebagai duta promosi yang efektif untuk mengembangkan pariwisata nasional, sekaligus sebagai upaya menjaring suara masyarakat dunia untuk menjadikan Taman nasional Komodo salah satu dari tujuh keajaiban dunia.

“Bahasa musik itu universal dan menjadi duta promosi yang efektif untuk pengembangan pariwisata Indonesia, karena itu melalui World Peace Orchestra [WPO] kita harapkan nama Indonesia makin dikenal sehingga makin banyak wisman yang berkunjung ke Indonesia,” ujar Sapta Nirwandar, Dirjen Pemasaran Depbudpar, pada peluncuran album WPO di Gedung Kesenian Jakarta, tadi malam.

Menurut dia, konser WPO ini selain di Jakarta juga akan digelar di Ci-Walk, Bandung. Depbudpar, katanya, akan mendukung berbagai festival musik di daerah seperti festival sasando di Kupang dan festival musik bambu di Bandung, Jawa Barat.

Kerja sama Depbudpar dengan para musisi menunjukkan musik memiliki peran penting dalam diplomasi budaya, sehingga album WPO yang digagas dan diwujudkan oleh Dwiki Dharmawan akan membawa misi pariwisata sekaligus pesan perdamaian dunia, jelasnya.

”Juli mendatang Dwiki Dharmawan dan Dewa Bujana juga akan mengisi acara di The Plaza, Los Angeles, Amerika Serikat, yaitu pembukaan pameran batik Indonesia, di antaranya koleksi milik ibunda Presiden AS Barack Obama selama tinggal di Indonesia,” kata Sapta.

Pihaknya juga menjadikan musik, khususnya album WPO, sebagai alat sosialisasi dukungan dunia untuk memilih komodo sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia kategori taman nasional. Saat ini Indonesia sudah berada di urutan ke delapan, bersaing ketat dengan Brasil, paparnya.

Sejauh ini, ajakan agar masyarakat Indonesia dan dunia untuk memilih komodo sudah dilakukan melalui dukungan di facebook serta lewat operator seluler seperti Telkomsel dan Pro-XL, sehingga masyarakat dengan mudah dapat mengakses www.news7wonders.com atau www.travel.indonesia.com.

World Peace Orchestra (WPO) sendiri tercipta dari proses panjang Dwiki Dharmawan mengikuti berbagai ajang festival dan bursa pariwisata RI di luar negeri, yang difasilitasi oleh Depbudpar. Kunjungan hampir ke 40 negara membuat Dwiki terdorong untuk menyempatkan waktu di beberapa kota dunia untuk berkolaborasi dengan sejumlah musisi dunia.

“Jadi pada Java Jazz 2007 saya bertemu dengan musisi Andy Suzuki, Marc Antoine dan almarhum Roger Burn dari Grup Shapes dan mengajak mereka berkolaborasi untuk mewujudkan album WPO ini. Selain rekaman langsung, proses pembuatan album ini juga melalui internet, di mana kami bisa saling memasukkan unsur musik yang dibutuhkan lewat email,” kata Dwiki.

Roger Burn, yang meninggal pada 30 Maret 2009, terkesan dengan musikalitas Dwiki kemudian membantu melakukan proses rekaman WPO di Los Angeles, dengan mengajak musisi lainnya a.l. Russell Ferante dan Jimmy Haslip dari grup Yello Jackets, Steve Thornton, Andy Suzuky dan Tollak Ollestad.

Pada peluncuran album CD World Peace Orchestra yang dirancang RN Presents di bawah label Omega Pacific Production (OPP) ini terdiri atas 12 komposisi, termasuk tiga lagu rakyat asal Flores, NTT yaitu Ie, Anaritin Teo dan Benggong Banggong. Lagu tradisional lainnya adalah Paris Berantai asal kalimantan dan Janger dari Bali.

Album WPO yang diramaikan oleh live concert WPO di Gedung Kesenian Jakarta semalam menyedot pengunjung dari kalangan korps diplomatik, sosialita, musisi hingga pejabat tinggi negara seperti Menteri Pendayaan Aparatur Negara Taufiq Effendi yang datang bersama keluarga dan menantunya.

Dari jajaran musisi hadir Jocky Suryoputro, Fariz RM, Tohpati, ekonom yang juga pemain flute Anggito Abimanyu. Selain para pejabat Depbudpar tampak pula Yanti Sukamdani, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) serta Herna Danuningrat, Ketua Asita DKI Jakarta.

Herna mengatakan live concert WPO seharusnya dapat digelar di gedung pertunjukan kelas dunia seperti Esplenade, Singapura, dan kota dunia lainnya sehingga mengangkat citra pariwisata Indonesia di luar negeri.

Sumber: Bisnis



0 responses

You must log in to post a comment.

Recently Commented


Subscribe